Skip to content

Organisasi, Karyawan, dan Manager

Untuk: Semua Role

Pengelolaan data SDM yang efektif mewajibkan konsep Organisasi, Employee/Karyawan, dan Manager terhubung secara konsisten di dalam sistem.

Sebelum mulai mengelola data Employee/Karyawan, struktur organisasi harus dipersiapkan terlebih dahulu. Sistem mewajibkan elemen-elemen berikut tersedia:

  1. Departemen: Unit kerja terbesar (misal: Direktorat Operasional).
  2. Divisi: Sub-unit di bawah Departemen (misal: Divisi Logistik di bawah Departemen Operasional).
  3. Jabatan: Peran spesifik yang diemban (misal: Supervisor Gudang).

Penting: Data Departemen, Divisi, dan Jabatan harus sudah dibuat sebelum Anda bisa melengkapi profil Employee/Karyawan. Setiap Karyawan harus ditempatkan pada kombinasi Departemen, Divisi, dan Jabatan yang valid.

Sistem memungkinkan Anda untuk menetapkan Manajer Langsung (Opsional) pada setiap profil Employee/Karyawan. Hubungan ini membentuk hierarki pelaporan di dalam organisasi.

Syarat agar seorang Karyawan bisa dipilih sebagai Manager bagi Karyawan lain:

  • Tautkan Akun User HRIS: Karyawan yang menjadi Manager harus memiliki akun User yang tertaut.
  • Status Aktif: Akun User yang tertaut harus dalam status Aktif.
  • Role Manager: Akun User tersebut harus memiliki role Manager.
  • Tidak Ada Hubungan Siklis: Sistem mencegah hubungan yang berputar (contoh: A bawahan B, dan B bawahan A) atau menunjuk diri sendiri sebagai Manager.

Jika Anda memiliki Employee/Karyawan di Divisi Pemasaran, namun Divisi tersebut belum terdaftar di bawah Departemen Komersial, maka sistem tidak akan mengizinkan pembuatan profil karyawan tersebut. Hal ini menjaga agar data organisasi tetap konsisten.

Meskipun secara organisasi seseorang adalah atasan, jika profil Employee/Karyawan miliknya belum memiliki Tautkan Akun User HRIS atau User-nya tidak dalam status Aktif dengan role Manager, maka ia tidak dapat dipilih sebagai Manajer Langsung saat Anda mengatur profil bawahannya.

Dengan menghubungkan Employee/Karyawan ke Manager yang tepat, sistem dapat memetakan struktur organisasi secara akurat. Hal ini memastikan bahwa data pelaporan mencerminkan kondisi nyata di perusahaan dalam suatu hierarki yang jelas.